Peraturan Baru Mengenai Denda Bagi Peserta Yang Telat Membayar Iuran BPJS Kesehatan

peraturan-baru-bpjs

Jakarta,- 1 juli 2016, Pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru tentang denda bagi peserta BPJS Kesehatan yang telat membayar iuran BPJS Kesehatan.

Peraturan denda bagi peserta sebelumnya yaitu, peserta yang telat membayar iuran BPJS Kesehatan akan dikenakan denda administrasi 2% dikali bulan yang tertunggak dengan maksimal waktu 3 bulan bagi pekerja penerima upah dan 6 bulan bagi pekerja bukan penerima upah (mandiri). Peraturan denda keterlambatan membayar iuran BPJS Kesehatan ini tertuang dalam Peraturan Presiden No. 111/2013.

Peraturan tersebut sudah tidak berlaku lagi sejak tanggal 1 juli 2016, karena pemerintah sudah mengeluarkan peraturan baru tentang denda bagi peserta yang telat membayar iuran BPJS Kesehatan yang tertulis dalam Peraturan Presiden No. 19/2016.

Baca juga Berapa harga iuran BPJS Kesehatan kelas 1, kelas 2 dan kelas 3

Peraturan baru

Bagi peserta yang tidak mebayar iuran BPJS Kesehatan selama 1 bulan maka kartu peserta BPJS Kesehatannya langsung di nonaktifkan secara otomatis oleh sistem. Untuk mengaktifkannya kembali, peserta cukup membayar tunggakan tersebut tanpa dikenakan denda.

Peserta akan di kenakan denda apabila peserta menggunakan kartu BPJS Kesehatan dalam waktu 45 hari sejak kartu BPJS Kesehatan di aktifkan.

Artinya, peserta akan di kenakan denda jika peserta menjalani rawat inap sebelum 45 hari sejak kartu peserta BPJS Kesehatannya di aktifkan kembali. Jadi, jika peserta tidak ingin di kenakan denda, peserta dapat menggunakan kartu BPJS Kesehatan setelah 45 hari sejak kartu di aktifkan.

Denda yang di tanggung peserta

Denda akan di berikan kepada peserta apabila peserta yang terlambat membayar iuran BPJS Kesehatan kemudian melunasinya saat akan dirawat inap atau dalam waktu 45 hari sejak kartu kepesertaannya di aktifkan, maka peserta akan dikenakan denda sebesar 2,5% dari total biaya rawat inap dikalikan jumlah bulan yang tertunggak. Maksimal jumlah bulan yang tertunggak adalah 12 bulan atau denda maksimal Rp. 30 juta. Kecuali untuk peserta tidak mampu, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang.

Contohnya sebagai berikut :

Jika seorang peserta mandiri kelas 1 menunggak 1 bulan dan saat rawat inap peserta dikenakan biaya sebesar Rp10.000.000, peserta tersebut harus ikut membayarkan biaya perawatannya (denda) sebesar Rp 250.000 dihitung berdasarkan rumusnya yaitu ( 2,5 persen x Rp10 juta x 1 (sesuai tunggakan) ) maka hasilnya Rp 250.000.

Aturan ini dibuat guna mencegah peserta hanya membayar iuran saat memerlukan BPJS Kesehatan untuk dirawat inap atau berobat saja. Padahal adanya iuran BPJS Kesehatan bersifat tanggung rentang.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, semoga informasi ini bisa bermanfaat. Salam…

Word 2016, Excel 2016, PowerPoint 2016, OneNote 2016, Outlook 2016, Publisher 2016, and Access 2016 at https://www.windowskeymall.com/.
Capture your ideas however Microsoft Office 2016 Professional Plus Product Key you work best, using keyboard, pen, or touchscreen.
Be a power Office user—the easy way. Type what you want help with in the new Tell Me box on the ribbon and it will tell you how to do it.
New themes let you choose the Office experience that’s right for you. Dark and Dark Gray themes provide high contrast that’s easier on the eyes, and the Colorful theme gives you a modern look that’s consistent across your devices.
Enhance your reading experience with Insights, powered by Bing, which shows you relevant Microsoft Office 2013 Professional Plus Product Key information from the web when you’re reading an Office file.
The following steps describe how to install Office Home & Student 2013, Office Home & Business 2013, Office Professional 2013, or any stand-alone 2013 application you may own such as Word 2013 or Project 2013.
Microsoft Office 2019 is the latest version of the industry standard office suit. Microsoft Office 2019 Software includes the latest versions of Word, Excel, PowerPoint, Outlook, Exchange, SharePoint and Skype for Business, each of which is Microsoft Office 2019 Professional Plus Product Key an essential tool in today’s computerized office workplace. It also has a range of enhanced IT options that are designed to make life easier for newcomers to the field. Make no mistake: this is a versatile set of tools and no office should be.
Microsoft provides an update in Office 2019 today, revealing that applications will only run on Windows 10. In a support article for Windows and Office support and service, Microsoft has revealed that Download Microsoft Office 2019 Professional Plus Product Key it will need to upgrade to Windows 10 if you want the latest Office version without subscribing to the company’s Office 365 service.
Microsoft also extends its compatibility with Windows 10 for businesses and education customers who run certain versions of the operating system. All versions 1511, 1607, 1703 and 1709 of Windows 10 will be supported for another six months to help business and educational users move to the latest compatible versions of Windows 10.

===========Iklan Google== =========

Tinggalkan Balasan