Mengalami gagal ginjal, pasien ini menggunakan BPJS Kesehatan untuk cuci darah

By | September 16, 2016

Kebumen– Rahmat Samsudin (53), Bapak dua anak yang juga telah menjadi peserta BPJS Kesehatan divonis gagal ginjal oleh dokter sejak februari 2015. Sehingga dirinya harus menjalani cuci darah minimal 2 kali seminggu. Mahalnya biaya pengobatan membuat dia pusing tujuh keliling.

bpjss

Rahmat mengaku, saat pertama kali divonis menderita gagal ginjal, dirinya sangat shock. Bukan hanya soal ancaman kesehatan, namun juga soal pembiayaan untuk mengobati penyakitnya tersebut. “Sekali cuci darah habisnya Rp 650 ribu, itu hanya untuk cuci darah saja, belum yang lain,” ungkap Rahmat.

Ditengah kebingungan tersebut, Rahmat mendengar dari dokter yang bertugas di tempat ia berobat, katanya “kalau ikut BPJS Kesehatan bisa gratis cuci darah”. Tidak menunggu lama, Rahmat langsung mendatangi kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Kemudian ia mendaftarkan diri dan keluarganya pada BPJS Kesehatan sebagai peserta mandiri dengan hak perawatan kelas III dengan iuran Rp 25.500 per jiwa per bulan.

Tak sampai sebulan, Rahmat pun langsung merasakan manfaat kartu BPJS tersebut. “Alhamdulillah benar-benar gratis cuci darahnya. Ini sangat membantu saya. Dengan ikut BPJS, hati saya jadi tenang tanpa pusing memikirkan biaya cuci darah yang sangat menguras kantong kalau bayar sendiri,” ujar peserta yang selalu aktif membayar iuran BPJS setiap tanggal 5 ini.

Hal serupa juga di alami Rolen Br Panjaitan, Seorang Ibu dari 3 orang anak yang juga telah menjadi peserta BPJS Kesehatan, ia divonis oleh Dokter menderita gagal ginjal pada bulan Agustus 2015, sehingga dirinya harus menjalani cuci darah 8 (delapan) kali dalam sebulan.

Mahalnya biaya pengobatan rumah sakit membuat keluarga nya putus asa. Jelas saja, baru 4 kali menjalani cuci darah di Rumah Sakit, Rolen di kenakan biaya Rp 8,500,000. Di tambah lagi biaya rawat inap selama seminggu total biaya yang di keluarkan mencapai Rp 16,000,000, Ungkap istri seorang wiraswasta ini.

Rolen telah memiliki hutang yang menumpuk guna membiayai perawatannya yang harus melakukan cuci darah rutin. Hingga kemudian Rolen mendapat informasi mengenai BPJS Kesehatan. Akhirnya ia dan keluarganya mendaftar sebagai peserta mandiri BPJS kesehatan dengan iuran sebesar Rp 25,000 per bulan

Awalnya ia ragu dengan pelayanan BPJS Kesehatan yang dulunya memiliki citra jelek dalam pelayanan. “Sempat takut akan ditelantarkan karena peserta JKN Mandiri kelas III. Tapi ternyata saya dilayani dengan baik. Semua perawat ramah, petugas BPJS Kesehatan Center-nya juga informatif. Kini saya sudah tidak di pusingkan lagi untuk mengeluarkan biaya pengobatan, karena sekarang BPJS Kesehatan sudah menanggung semua biaya pengobatan saya”. tuturnya

Leave a Reply